SAY NO TO PORNOGRAPHY

Masih jelas dalam ingatan saya, tujuh orang gadis yang masih rapih dengan kemeja yang dimasukan ke dalam rok abu-abu, duduk bersama di dalam kamar salah seorang teman kami. Ada seorang dari kami yang cekikikan, ada yang excited dan saya yang mulai khawatir. Seperti pada umumnya remaja SMA yang penasaran dengan cerita teman-teman pria kami di kelas yang membicarakan jenis film tertentu. “Oh yang itu, gua udah nonton. Kurang hot ah” kata si A, “Nih gua soft punya lah, cocok buat cewek yang belum pernah nonton” komentar salah seorang yang memberikan film itu pada kami.

Kami bertujuh sudah berjejer dengan rapih membelakangi gambar, tuan rumah kami juga sudah memastikan kamarnya terkunci dan kami sudah bersiap memasukan kepingan itu ke dalam VCD Player. Tiba-tiba ada sebuah gejolak dalam hati yang akhirnya mengerakan tubuh saya. Perut saya seakan mulai mendorong ke atas, rasa mual mulai terasa dan seperti ada yang berbicara  “jangan lakukan ini, ini tidak benar” dan saya akhirnya memutuskan keluar dan menunggu di depan. Tidak yang seperti saya harapkan bahwa teman-teman akan perduli dengan keadaan saya, malahan mereka menertawakan dan mengolok-olok saya, “Ah cupu lo, masa nonton beginian aja gak berani?”, sahut salah satu teman saya.

Pornografi, hal yang sudah dianggap lazim beredar di kalangan remaja. Ketika banyaknya beredar pembenaran tentang pornografi, kita tahu sebenarnya ada yang tidak beres dengan hal ini baik ditinjau dari segi religius maupun moral.
“Ah gak papa, aman kok, itu sehat buat saya”, TIDAK! Pornografi mengikat sensor kenikmatan otak kamu dan sudah terbukti sama tingkat adiktif-nya dengan heroin.
“Yah… kan nonton doank, gak ngapa-ngapain juga”, Oops, hasil penelitian menyatakan bahwa konsumsi pornografi meningkatkan tindakan kejahatan seksual.

Dengan pandangan yang keliru tentang kelaziman pornografi di kalangan remaja sekarang, butuh keberanian untuk berani menyatakan “TIDAK” pada pornografi dan keberanian itu adalah :

1. Diri Sendiri

Melawan dorongan “daging” kita sebagai manusia yang jatuh ke dalam dosa butuh keberanian yang besar. Perlu kita ketahui, masa-masa yang paling mudah tergoda dengan pornografi adalah ketika kita sedang tidak melakukan apa-apa, sedang bosan tanpa aktifitas yang berarti. Dengan berasa keluar dari kebiasaan kita dan melakukan hal-hal baru akan sangat membantu kita keluar dari lingkaran pornografi. Carilah aktivitas baru, mulailah pelayanan, luangkan waktu untuk keluarga.

Tidak cukup hanya menyatakan “TIDAK” pada pornografi, kita harus menyalurkan energy tersebut kepada hal-hal yang positif dan ketika godaan itu timbul lagi, kita dapat mengenalinya dan kita dapat membuat pilihan baru dengan pilihan-pilihan lain dalam hidup.

2. Teman

Butuh keberanian besar untuk mempertahankan keinginan dan menyatakan tidak pada pornografi kepada teman-teman anda. Ejekan dan celaan yang menjatuhkan pasti akan disampaikan oleh beberapa orang, Perlu kita ingat bahwa teman yang baik adalah teman yang saling mendukung dan mengingatkan kita supaya kita dapat berkembang kearah yang lebih baik jadi tugas kita tidak hanya menyatakan tidak tapi kita juga berkewajiban untuk mengingatkan teman kita juga dan memberitahu bahwa pornografi akan berefek buruk baginya.

3. Doa dan Sakramen Tobat

Menyadari kelemahan kita sebagai manusia, menggantungkan diri dan berdoa kepada Tuhan supaya diberikan keberanian dan kekuatan untuk hidup kudus adalah hal yang bijak. Berdoa bukan hanya untuk,diri sendiri tetapi juga untuk teman-teman kita yang masih terjerat dengan pornografi dan orang-orang yang terjerumus dalam industry pornografi.

Berdevosi dan memohon Bunda Maria yang selalu setia mendoakan kita supaya beliau juga turut berdoa dalam proses melawan jerat pornografi.

Sebagai seorang Katolik, kita mempunya hak istimewa dalam Sakramen Tobat dimana kita dapat mengakukan dosa-dosa kita kepada Imam. Saya pribadi selalu mendapatkan penguatan tersendiri setelah keluar dari ruang pengakuan dan dengan iman percaya bahwa dosa saya telah diampuni karena kasih-Nya yang begitu nyata bagi saya, saya dikuatkan, saya diteguhkan dan dengan berani saya bisa menyatakan bahwa saya merasa lebih yakin untuk melawan jebakan iblis . Paus Fransiskus berkata, “God never gets tired of forgiving, it’s we who get tired of asking for forgiveness. Jadi jangan bosan-bosan untuk menerima sakramen tobat, karena Tuhan kita tidak pernah lelah mengampuni dosa kita.

“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau dikenakan kuk perhambaan” Galatia 5:1

Kritus yang sudah datang memerdekakan kita dari segala jenis perhambaan dan dosa, termasuk dosa / keterikatan pornografi, apakah kita percaya kepadanya dan berani menyatakan bahwa kita telah dibebaskan dari pornografi?
Apakah saya berani menyatakan tidak pada pornografi?
Apakah saya berani menyatakan tidak pada seks pra-nikah?
Apakah saya berani memberitahukan kepada teman-teman saya bahwa saya dengan tegas menyatakan tidak pada pornografi?
Apakah saya berani menyatakan kebenaran tentang pornografi kepada teman-teman saya?