THIS IS WHAT I WANT!

Setiap dari kita di suatu waktu dalam hidup kita pasti pernah memilih. Dari pilihan yang sangat penting sampai pilihan yang mungkin tidak penting sama sekali, banyak pilihan-pilihan yang tersedia tapi sering hanya ada satu yang bisa dipilih. “Gue mau SMA di sekolah C atau S, Gue mau kuliah F atau D di Universitas U atau T ya?”, “Pacaran sama si A ato si B ya? A lebih cakep tapi B lebih bisa diandalkan (maksudnya kaya tajir)”, “Nanti sama doi makan di warung apa candle light dinner ya?”, “Duh beli sandal jepit atau crocs ya?”, “Hmmm, jadi pastor mungkin?”.

Ada pilihan pilihan yang memerlukan perhatian khusus (kuliah apa ya?), ada juga yang tidak memerlukan perhatian khusus (pakai kolor warna merah muda atau yang emas glitter ya besok ke sekolah?).  Kita semua pada hari ini adalah hasil dari semua pilihan masa lalu kita dan menjadi apa kita di masa mendatang akan ditentukan oleh pilihan-pilihan kita hari ini. “You are what you choose,” kata orang bijak.

Kita harus ingat ketika Tuhan menciptakanmu, kamu diciptakan secitra dengan-Nya. YOU ARE CREATED FOR GREATNESS! For Great is the Lord! (Bdk Mzm 8). Dan mencari tahu pilihan-pilihan untuk mencapai Greatness itu pastinya sesuatu yang sangat mengasyikkan. Mungkin banyak dari kita yang masih bingung bagaimana caranya untuk mencari tahu pilihan-pilihan dari Tuhan yang akan membawa kita ke rencana-Nya (Bdk Yer 29:11) itu seperti apa. Proses mencari tahu ini sering disebut Discernment.

Discernment simple-nya adalah mencari dan menemukan Kehendak Allah dalam hidupmu. Discernment akan menjadi sebuah petualangan, adventure dengan Tuhan dan hal ini dimulai dengan membawa sebuah pertanyaan ke Tuhan. Akan lebih mempermudah discernment jika pertanyaannya berbentuk pertanyaan Ya/Tidak dibandingkan pertanyaan essay. Contoh pertanyaan yang bisa dibawa ke Tuhan misalnya: “Tuhan, apakah aku pacaran dengan dia (sebut nama)?”. Jangan bertanya seperti ini: “Tuhan, mengapa aku boleh/tidak boleh berpacaran dengan dia?”. Dan pertanyaan yang diajukan adalah bernilai baik dan benar. Jangan bertanya misalnya “Tuhan, aku nggak bisa ulangan ini, boleh nyontek nggak?”. TET TET (jawaban salah), coba sekali lagi!

Disclaimer: Kamu harus melakukan Discernment untuk pilihan-pilihan besar, misalnya memilih sekolah/kuliah, pekerjaan, panggilan hidup menikah atau selibat. Dan kamu harus terbuka terhadap semua pilihan yang Tuhan akan nyatakan kepadamu. Jika kamu sudah memutuskan suatu pilihan yang akan kamu lakukan, artinya kamu tidak terbuka untuk melakukan Discernment.

Sekarang saya akan mensharingkan sebuah metode Discernment yang bisa digunakan. Metode Discernment ini disebut metode STOP, DROP and ROLL. BTW metode ini juga bisa dipakai kalau baju kamu kena api dan terbakar.

STOP

Stop lakukan apapun yang kamu lakukan saat ini (PDKT dengan si dia misalnya) dan siapkan diri untuk menjawab beberapa pertanyaan sebelum memulai proses Discernment:

  1. Siapkah aku Discernment? Discernment sebaiknya dilakukan pada saat-saat damai dan happy bukan pada saat berkabung dan sedih. Discernment dilakukan pada saat hidup doa yang baik, rutin membaca Kitab Suci dan yang terpenting sering menyambut Sakramen (Ekaristi dan Pengakuan dosa).
  2. Apakah motivasiku terarah kepada Tuhan? Atau ada motivasi yang lain yang mendorongku?
  3. Bagaimana sikapku? Apakah aku terbuka terhadap pilihan Tuhan? Atau aku sudah memiliki pilihan? Apakah aku percaya kepada Tuhan? Apakah aku percaya bahwa Tuhan menyiapkan sesuatu yang melebihi perkiraanku?
  4. Apakah aku sudah mengetahui semua hal yang perlu untuk Discernment ini? Apakah aku tahu semua opsi pilihan yang ada dan konsekuensinya? Apakah aku memiliki cara/sarana untuk menindaklanjuti pilihan apapun yang Tuhan berikan? Apakah pilihanku membawaku semakin dekat dengan Tuhan?

Siapkan JURNAL! Jurnal bukan diary, jurnal berisi pengalaman harian kamu ketika berdoa. Jurnal bisa bermacam-macam bentuknya, bisa berbentuk cerita narasi, bisa hanya berisi hal-hal yang terjadi saat berdoa (damai, takut, gelisah, kesemutan dll). Kenapa membuat jurnal? Otak manusia modern memiliki kebiasaan untuk dengan segera menghapus ingatan (ingat Dory? Finding Nemo?). Jurnal sangat berguna untuk memperhatikan bagaimana cara Tuhan bekerja dalam hidupmu dan jika jurnalmu lengkap kamu akan dapat menghubungkan semua titik yang ada dalam hidup kamu yang mungkin saja kamu lupakan jika tidak dicatat.

Kalau kamu cukup PD dengan kondisi kamu sebelum memulai Discernment, kamu bisa lanjut ke tahap berikutnya.

DROP

Letakkan semua harapanmu dan jawabanmu kepada Tuhan, singkatnya itulah tahap ini. Ambil waktu untuk berdoa dengan Tuhan dan ngobrol dengan-Nya. Topik obrolan dengan Tuhan misalnya:

  1. Nyatakan keinginanmu kepada Tuhan, apa yang ingin kamu lakukan di masa depan
  2. Nyatakan ketakutanmu dan bawa semua ketakutan itu kedalam terang Tuhan, luka-luka dari masa lalu dan biarkan Tuhan menyembuhkan.
  3. Nyatakan pertanyaan itu sendiri dan mohon bimbingan Roh Kudus dalam Discernment.
  4. Nyatakan apa yang terjadi dalam hatimu yang terdalam. Jujur ke dirimu sendiri. Ada excitement ketika menimbang satu pilihan atau kecemasan? Ingat di permukaan mungkin kecemasan yang muncul padahal dalam level yang lebih dalam mungkin ada kedamaian

Pada tahap ini carilah pendapat orang lain yang objektif dan mengerti keadaanmu tetapi tidak terikat ke satu pilihan tertentu. Sering terjadi keluarga dan teman dekat bukanlah orang yang tepat untuk dimintai pendapat. Kamu bisa mencoba pastor parokimu, omk atau orang yang kamu tahu kehidupan rohaninya baik.

INGAT! Kamu sendirilah yang bisa mengerti apa yang Tuhan inginkan darimu dan bukan orang lain. Orang lain dapat membantumu membedakan antara suara Tuhan dan suara hatimu sendiri. Hati-hati terhadap orang yang mengatakan kepadamu apa rencana Tuhan untuk hidupmu.

Buatlah keputusan di dalam doa dan bayangkan perasaanmu ketika kamu menjalankan pilihanmu. Ambil waktu beberapa hari untuk membayangkan perasaan-perasaan yang muncul  ketika kamu memilih satu opsi. Perasaan apa yang muncul? Excited dan damai? Atau ragu-ragu dan ketakutan? Amati dan buatlah jurnal apa yang kamu alami. Discernment tidak seluruhnya bertumpu pada perasaan, jadi penting untuk ngobrol dengan orang lain dan memeriksa batin kembali dalam beberapa hari apakah masih merasa damai.

Apabila rasa damai yang muncul ternyata konsisten, kamu siap untuk tahap terakhir

ROLL

Di tahap ini kamu mau membuat pilihan dan menjalankannya. Melakukan Discernment berarti kamu menimbang-nimbang untuk mencoba sesuatu atau tidak. Masuk seminari bukan berarti kamu harus ditahbiskan! Pacaran bukan berarti kamu harus menikah.

Buatlah sebuah pilihan dan ceritakan kepada orang lain yang mengenalmu dengan baik. Sangat-sangat penting untuk bertanggungjawab atas pilihanmu dan jalankan dengan sepenuh hati dan kekuatanmu. Jangan ragu-ragu atas keputusanmu sendiri. Jalankan dengan selalu menghadap ke Tuhan dan Tuhan akan membimbing langkahmu selanjutnya.

Discernment membutuhkan keberanian yang besar untuk melangkah dalam rencana Tuhan yang sering tidak terlihat. Fear/Ketakutan untuk mengambil keputusan adalah musuh terbesar Discernment! Izinkan dirimu membuat kesalahan dan belajar mengenal suara Tuhan! Kita sering seperti Rasul Thomas yang awalnya tidak percaya akan kekuatan Tuhan. Memang membutuhkan Leap of Faith untuk melakukan Discernment dengan baik dan menjalankan apa yang Tuhan inginkan untuk hidupmu. Tapi ingat semua yang Tuhan telah siapkan untukmu selalu membawamu kepada Greatness yang telah Tuhan sendiri siapkan untuk dirimu.

This is what I want! A Fearless decision together with God at my side!

“…have you sometimes heard the voice of the Lord which through a desire, a certain restlessness, invites you to follow Him more closely? Have you heard it? … Have you had any desire to be apostles of Jesus? Youth must spend itself for high ideals. … Ask Jesus what he wants from you and be brave! Be brave, ask Him!

Pope Francis