Advent: Focus On The Real Beauty Of Jesus Christ

Advent berasal dari bahasa Latin yang berarti datang, adventus. Satu masa yang menjadi kesempatan baik bagi kita semua untuk menanti kehadiran bayi Yesus  nan unyu itu. Masa untuk melihat kembali ke berbagai  pengalaman yang telah lewat. Sayangnya perenungan akan kehadiran seorang bayi yang sungguh memiliki kepenuhan cinta itu seringkali tenggelam di antara meriahnya perayaan Natal. Kadangkala saat saya berkunjung ke sebuah mal di Jakarta, saya melihat begitu penuh dekorasinya dengan hiasan natal di sana sini. Mulai dari pohon cemara yang dihiasi lampu-lampu warna-warni, bola-bola hias bak anting- anting Syahrini semua lengkap ada di sana.

Padahal, pada kesempatan inilah permenungan pengalaman religious kita digodok sehingga dapat menjadi buah kehidupan bagi kita. The point is far beyond the euphoria, it is about relishing all spiritual experience, dan tentunya  persiapan hati untuk menyambut kehadiran Yesus yang sungguh memiliki visi pewartaan kerajaan Allah. Sudah saatnya, kita manusia merasakan betul  kepenuhan cinta dari seorang Yesus yang hadir di dunia ini dan ambil bagian untuk mewartakan kebahagiaan sejati

Sungguh, when you got the point how and why Christ is born ke dunia ini, segala pernik–pernik natal seakan kehilangan daya tariknya.  So, ini adalah tawaran bebas yang sungguh menggugah bagi kawan-kawan yang bersedia membuka hati sejenak dan membiarkan Yesus meng”katalis” pengalaman –pengalaman yang ada. Mungkin ungkapan dari salah satu Uskup Agung Francis Xavier Ngunyen Van Thuan ketika berada di penjara rezim komunis Vietnam merupakan suatu bukti rasa dicintai oleh Tuhan melalui pengalamannya. “I will never be able to express my great joy! Every day, with three drops of wine and a drop of water in the palm of my hand, I would celebrate Mass. This was my altar, and this was my cathedral!”

(Rio)