Natalku VS Natalmu

Natal bagi saya sangat identik dengan lampu kerlap kerlip di sana sini, pohon Natal yang besar menjulang dengan hiasan super duper cantik, kado kado lucu dan pastinya sale besar-besaran di semua toko… Yang artinya saatnya bersenang senang untuk menikmati liburan. Bulan Desember yang merupakan bulan terakhir di setiap tahun merupakan bulan yang “baunya” sudah libur libur dan libur, setuju atau tidak setiap orang menikmati bulan Desember dengan ceria. Saat-saat akhir di setiap tahun kita semua sibuk mempersiapkan diri menyambut Sang Juruselamat yaitu Yesus dengan gembira, sekaligus mempersiapkan penyambutan untuk tahun yang baru yang akan kita lewati. Gambaran Natal yang indah dan happy adalah gambaran dari kebanyakan orang.

Setiap datang ke sebuah mall di kota-kota besar di bulan Desember, mata kita selalu dimanjakan dengan hiasan-hiasan Natal yang menarik. Dari bentuk yang kreatif, penuh lampu-lampu, bahkan sampai ada yang bentuknya sangat besar, lucu dan indah. Kehebohan Natal yang selalu membuat hati kita gembira.

Tahun ini buat saya merupakan tahun yang special dibanding tahun-tahun yang lalu. Maklum saya bukan berasal dari Jakarta, soo setiap tahun saya punya kebiasaan either pulang kampung bertemu keluarga atau jalan-jalan bersama teman-teman menikmati liburan. Kenapa tahun ini saya bilang spesial...? Karena Natal tahun ini saya berada di Jakarta dan persis di tanggal 25 Desember saya menjadi salah satu voulenteer sebuah kegiatan  merayakan Natal bersama dengan keluarga-keluarga prasejahtera. YES... MAKAN SIANG NATAL  adalah sebuah kegiatan yang digagas oleh sebuah komunitas Katolik dan tahun ini diselenggarakan di  7 tempat yang berbeda. Apa sich yang spesial dari sekadar makan siang natal yang lain?

Specialnya adalah karena kita melayani saudara-saudara kita yang kurang mampu, kita menjadi sahabat-sahabat dan pelayan-pelayan untuk saudara-saudara kita. Bayangkan... buat kita melihat lampu-lampu yang indah dan kado-kado besar adalah hal biasa, tapi pernahkan kita berfikir di luar sana masih banyak teman-teman kita yang hanya bisa melihat dari kejauhan keramaian Natal karena mereka mungkin masih harus memikirkan bagaimana makan untuk besok karena himpitan ekonomi. Pernahkan kita berfikir masih banyak teman-teman kita yang hanya bisa bermimpi mendapatkan kado yang indah?

Buat saya pribadi Natal tahun ini adalah pemberian diri yang terbaik untuk sesama kita. Kita keluar dari diri kita dan berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Natal adalah penanda di mana Yesus lahir ke dunia untuk menebus dosa kita, yang artinya Yesus sendiri membagi diri-Nya untuk kita umat-Nya.

Apa arti Natal yang sebenarnya buat kita masing-masing? Apakah hanya sampai di hiasan Natal yang indah? Sale di sana sini? Pohon Natal yang besar menjulang sampai ke atap rumah? Atau ada arti yang lebih dalam di balik semua itu???

Yuk teman-teman, mari di Natal 2014 ini kita sama-sama belajar untuk berbagi dengan sesama, belajar untuk melayani orang lain dengan lebih baik lagi.

Ini Natalku bagaimana dengan Natalmu? 

Merry Christmas 2014