HARDLY A FAMILY

A family that doesn't eat together is 'hardly a family.” (Paus Fransiskus)

Siang tadi gw melewati foodcourt dan melihat empat orang duduk di meja yang sama, berhadap-hadapan, dan semua mata mereka tertuju pada HP masing-masing. Yang satu lagi main game, yang satunya mungkin lagi browsing sosmed. Berkali-kali gw memperhatikan, mengalami, dan merenungkan hal yang sama. Oh God, it is really true what the Pope says!

Nggak usah jauh-jauh mengambil orang lain sebagai contoh. Gw sendiri mengalami hal yang sama di rumah. Ketika gw capek pulang dari aktivitas seharian, gw nontonin Instagram, nyokap nontonin cara masak di Youtube, dan bokap asik ngebales chatting di Whatsapp. Seriously this thing is happen even to my family.

Beberapa waktu lalu di misa mingguan seorang romo menanyakan ini pada umat yang hadir. “Siapa orang yang paling bahagia di dunia ini?” Beberapa orang menyahut anak-anak, ada juga yang menjawab bayi baru lahir, dan sebagainya. Ternyata menurut romo, jawabannya adalah opa oma. Benar juga sih, sebagai opa oma, anak-anak mereka sudah besar, sudah bisa hidup mandiri. Mereka tidak punya kewajiban lagi untuk banting tulang demi anak-anak.

Tetapi kemudian romo juga bertanya, “siapa orang yang paling menderita di dunia ini?” Ternyata jawabannya sama. Opa oma. Opa oma yang anak-anaknya sudah nggak mau lagi tinggal sama mereka. Sudah merasa mereka nggak nyambung lagi. Mereka kesepian dan sedih.

Romo meng-encourage kita untuk memberikan perhatian pada orang tua kita. At least, mintalah berkat pada orang tua ketika mau bepergian. Hal kecil seperti itu pun akan membuat mereka merasa dihargai keberadaannya dan perannya. Gw sudah mencoba hal yang sama dan hasilnya ortu menjadi lebih perhatian juga sama gw.

Pernah gw jg mencoba untuk meletakkan hp gw, ke kamar bokap nyokap dan mencoba menanyakan kabar mereka. Ternyata mereka punya banyak hal yang mau diceritakan. Dan ternyata gw udah lama juga nggak cerita sama mereka. Apakah mungkin temen gw di sosmed lebih tahu progress hidup gw dibandingkan orang tua gw?

Tuhan Yesus pun ketika di dunia menggunakan waktu makan bersama untuk berkumpul dan bercerita kepada para muridNya. Di saat itu jugalah keluarga dapat merasakan ‘berada di rumah’ ketika mereka bersama-sama. “Tidak ada rasa terluka, kecewa, dan putus asa yang tidak dapat disembuhkan dengan kebersamaan sebuah keluarga,” begitu kira-kira pesan Paus Fransiskus.

Smartphone memang terbukti mendekatkan orang yang jauh, tapi jangan sampai juga ia menjauhkan orang yang dekat. Guard your family. Talk with them. Smartphone will always be available until you are really old. But you might have a time limitation to talk to your mommy, daddy, brother or sister. (lui)