Love Love Love

Saat mata gw terbuka pagi ini, rasanya belum ingin beranjak menikmati pulau mimpi yang halus dan empuk seperti berbaring di atas marshmallow, dengan tiupan angin dingin sepoi-sepoi. Tiba-tiba pintu terbuka dan tampak sekilas seperti seorang pangeran melongok, mengecek apakah gw sudah terbangun. Dia kemudian menarik tangan gw dengan lembut, mengajak gw ke sebuah meja yang tampak seperti taman bunga dan ada breakfast di sampingnya, dan dia berkata ,”I love you…”

Merasa dicintai?

Cinta itu …

Apa sih cinta itu menurut kamu? Kalo menurut hasil googling ‘cinta adalah ….’ biasanya pasti yang namanya definisi cinta nggak jauh-jauh dari rasa sayang, suka, antara dua pribadi, pengen saling memiliki, murni, tulus. Terus ada yang bilang kalau cinta itu datangnya tiba-tiba dan tidak bisa kita kendalikan. Hmmmm… bener nggak sih? Terus berarti cinta itu sementara, dong? Toh gw gak bisa mengendalikan perasaan gw sendiri, kan? Jadi gimana, nih?

Ketika gw mendengar kata ‘cinta’ pikiran gw biasanya langsung terbayang ke cinta dengan lawan jenis. Padahal, kalau dipikir-pikir, ada banyak kok, cinta dari orang tua kita, cinta dari sahabat-sahabat kita, dan yang paling nggak bisa terkalahkan adalah: cinta dari Tuhan: Yesus yang mati di kayu salib karena cintaNya pada kita. Uppps… kok baliknya ke Yesus?

Pastinya. Karena…. Allah adalah Kasih. (1 Yohanes 4:8b) Tuhan itu cinta, lho.

Persepsi gw akan cinta sempat terpaku pada apa yang disampaikan oleh film-film Hollywood pada umumnya. Seorang cewek cantik dan cowok ganteng yang saling tertarik secara fisik, kemudian ternyata menemukan ‘kecocokan’ karena bisa have fun bareng, dan berakhir pada hubungan seks. Sampai akhirnya gw berkenalan dengan Theology of The Body (TOB).

Love vs Lust

TOB mengajarkan gw akan bedanya love dan lust – cinta dan nafsu. Cinta itu memberi pada orang lain. Sedangkan nafsu itu menginginkan dan menuntut orang lain untuk memberikan apa yang aku inginkan. Disinilah perbedaannya terletak dengan jelas.

Scene yang gw ceritain di awal sebenernya sudah gw alami, kok. Bayangin. Bangun pagi di kasur yang empuk dengan AC yang dingin, mau mandi udah ada kamar mandi bersih, mau makan udah disiapin makanan, mau pergi-pergi tinggal minta tolong dianterin. Kurang apa? Gampangnya, itu bukti cinta orang tua kepada gw. Plus lagi, orang yang bisa menerima gw apa adanya. Yang gak bakal ninggalin gw apapun kondisi gw. Walaupun mungkin gw suka kesel dengan mereka, ataupun mereka kadang suka marah-marah, mereka selalu setia.

Kisah Yesus juga sama. Walaupun Ia disindir-sindir, gak dipercaya, diludahin, dihina, tetap Yesus berjalan terus sampai akhirnya berujung di kayu Salib. Sesudah itu pun, Yesus yang setia tetap mau mengampuni kita, lewat pengakuan dosa, lewat suara hati yang kadang sering gw abaikan.

Kenapa orang tua gw dan juga Tuhan Yesus mau tetap melakukan hal yang baik walaupun sering kali kita engak begitu terhadap mereka? Karena cinta itu memberi. Mereka memberi kepada kita, bukannya menuntut kita untuk mencintai mereka.

Love Tips

Karena itu, ketika kita bermimpi mencari orang yang kita cintai, pertama-tama kita harus mengenal Yesus dulu. Karena Yesus sendiri – Allah – adalah kasih.

Bisa nggak kita memberikan makanan kepada seseorang kalau kita sendiri nggak mempunyai makanan itu? Bisa nggak kita membagikan apa yang nggak kita miliki? Tentunya nggak bisa.

Kalau kita masih mengharap ‘nanti kalau pacaran kita lebih bahagia’ berarti andaikata kita seperti gelas setengah kosong, kita pengen diisi. Nah, bayangin kalau dua orang yang gelasnya setengah kosong sama-sama pengen diisi sampe penuh, apa jadinya? Dua-duanya sama-sama kekurangan. Makanya, banyak yang setelah pacaran malah nggak happy. Banyak yang setelah married juga malah nggak happy. Kenapa? Karena mereka mengharapkan merasa happy ‘karena’ pasangannya. Padahal, yang bisa memberikan rasa happy pertama-tama adalah Tuhan.

Ketika kita mendapatkan kasih Tuhan, kita merasa happy, dan kita bisa membagikan happiness itu ke pasangan kita, dimana pasangan kita juga dalam kondisi happy dan dia membagikan happiness pada kita, jadilah kita pasangan yang happy.

Jadi sekarang, apa arti cinta menurut kamu? (lui)