FEARLESS In GOD LOVE

Pada salah satu sessi lifeteencamp sempat diajukan sebuah pertanyaan, “Apa ketakutan terbesar dalam hidupmu saat ini?” Beberapa jawaban yang banyak terdengar  adalah, “Takut nggak naik kelas,” “Takut orang tua meninggal,” “Takut nggak punya teman”. Dari jawaban-jawaban tersebut maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa ketakutan terbesar dalam hidup kita adalah ketidak pastian.

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan dan kita takut hal-hal buruk akan menimpa kita. Saya rasa ini adalah hal yang wajar dan semua orang pasti pernah mengalaminya. Namun saya punya kabar baik buat kita semua. Kabar baiknya adalah Tuhan begitu mengasihi kita dan cinta-Nya dapat mengalahkan semua ketakutan dalam hidup kita. Tuhan selalu menyertai kita dalam setiap masalah, tantangan, dan cobaan yang kita alami.

Bagi teman-teman yang mengikuti lifeteen camp,  tentu masih ingat di dalam suatu sesi dikatakan bahwa Tuhan begitu mengasihi kita dan Ia mempunyai rencana yang indah dalam hidup kita. Selama lifeteencamp teman-teman juga diajak untuk mengadapi tantangan melalui permainan outbound di mana kita harus mengalahkan rasa takut akan ketinggian. Tentunya semua pengalaman yang teman-teman dapatkan telah mengubah ketakutan  menjadi sebuah kekuatan baru. Pengenalan akan cinta Tuhan telah melenyapkan segala ketakutan sehingga kita boleh disebut ”Fearlesss”.

Namun tidak berhenti sampai di situ, Tuhan ingin mengajak kita untuk menjadi lebih hebat lagi. Tuhan juga menantang kita untuk membagikan cinta Tuhan kepada semua orang. Ia juga mengajak kita menjadi anak-anak muda yang luar biasa, menjadi saksi cinta Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dalam sesi pencurahan Roh, masih ingat kah teman-teman akan peristiwa pentakosta yang telah mengubah kehidupan para rasul? Mereka yang tadinya takut mewartakan Kristus  diubah menjadi saksi-saksi Kristus, bahkan hingga berani mati mempertahankan imannya. Salah satunya adalah Santo Petrus yang begitu takut ketika ditanya apakah ia mengenal Yesus, ia sampai tiga kali menyangkal Yesus. Namun setelah menerima Roh Kudus ia diubahkan menjadi seorang rasul yang berani  mewartakan Yesus, bahkan karena keberaniannya dalam mewartakan injil  ia berulang kali ditangkap dan masuk penjara sampai akhirnya ia disalibkan secara terbalik di kota Roma.

Teman-teman,  sebuah kutipan dari Paus Johanes Paulus II tentang cinta berkata demikian, “There is no place for selfishness – and no place for fear! Do not be afraid, then, when love makes demands. Do not be afraid when love requires sacrifice.” -- “Tidak ada tempat untuk keegoisan - dan tidak ada tempat untuk rasa takut! Jangan takut, kemudian, ketika cinta membuat tuntutan. Jangan takut ketika cinta membutuhkan pengorbanan. "

Kita anak-anak muda diajak untuk menjadi pembawa perubahan bagi dunia. Kita ditantang untuk berani hidup kudus dalam Roh dan kebenaran. Maka dengan semangat Roh Kudus kita diajak untuk menjadi saksi-saksi Cinta Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Lifeteen Camp bukanlah akhir, tetapi merupakan awal dari perjalanan menjadi generasi muda yang luar biasa.

Mengakhiri tulisan ini saya sertakan sebuah ayat dengan harapan semoga  dapat menguatkan perjuangan kita sebagai orang muda yang hidup tanpa rasa takut dalam cinta Tuhan.

“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” – (1 Timotius 4 : 12)