Forever Young

Beberapa hari yang lalu, seorang teman pelayanan bertanya kepada saya, "Bro, apa sih yang membuat lu terbebani melayani orang muda?"   Yang langsung muncul dalam benak saya bukanlah jawaban, malah saya terusik pada kata terbebani. Saya pun tidak menjawab pertanyaan,  malah saya yang balik bertanya mengapa menggunakan kata "terbebani". Kebanggaan saya sebagai orang yang masih "merasa muda" terusik, sehingga saya tidak terima dianggap sebagai beban.

Ternyata setelah dibicarakan, yang sahabat saya maksud adalah mengapa saya terpanggil untuk melayani orang muda, namun karena menggunakan kata "terbebani", maka muncul anggapan negatif. Harap maklum karena ngobrol-nya sambil menunggu makan siang, dan kala itu sedang lapar sehingga agak terbawa emosi, hehe.

Beranjak dari salah paham, maka timbullah topik pembicaraan yang menarik. Anak muda biasa dipandang sebelah mata, karena dianggap masih kurang dalam pengetahuan dan pengalaman. Apalagi dalam hal pelayanan, biasanya acara yang menarik minat banyak anak muda adalah acara yang meriah seperti praise 'n worship. Tetapi begitu diajak rosario, ziarah, atau kunjungan ke panti asuhan, peserta anak muda-nya jadi sedikit. Sehingga terkesan bahwa anak muda lebih suka bersenang-senang daripada pelayanan yang bersifat melayani.

Tetapi inilah yang justru membuat pelayanan bagi kaum muda menjadi lebih menarik. Ada sukacita yang luar biasa ketika berada bersama dengan orang-orang muda yang penuh semangat. Apalagi ketika dari kaum muda ada yang terpanggil untuk melayani Tuhan, sering muncul ide-ide kreatif yang tak terpikirkan oleh orang-orang yang, ehem maaf, "sudah berumur". Anak muda pastinya lebih ekspresif dan lebih berani sehingga seringkali gerakan perubahan justru diawali dari kaum muda.

Saya pun teringat akan sebuah perikop dalam injil Matius 18 :1-10, ketika Yesus ditanya oleh murid-muridnya tentang siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Yesus menjawab, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. 18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."

Yesus begitu mencintai orang muda, bahkan di akhir pengajaran Ia menegaskan kembali pada murid-muridnya dalam Matius 18:10, " Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga."

Saya yakin dan percaya bahwa kaum muda bukanlah beban, melainkan jawaban dan solusi dalam pelayanan. Kaum muda adalah penggerak dan pembawa perubahan, generasi muda adalah masa depan gereja. Maka marilah kita semua orang-orang muda dan juga semua yang selalu"berjiwa muda" untuk berani menerima tantangan dan panggilan kita sebagai Anak-anak Allah dan menjadi garam dan terang bagi dunia.

"Janganlah seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." - 1 Timotius 4 : 12