Legacy Of Faith - Warisan Iman

Pernahkah teman-teman mendapatkan sesuatu yang diwariskan turun temurun dari nenek moyang hingga dari orang tua kita seperti kalung, gelang, atau benda-benda berharga lainnya?

Saya punya sebuah benda warisan yang nilai uangnya tidak besar, namun maknanya melebihi nilainya. Benda itu adalah album-album foto orang tua saya sejak mereka masih muda. Album-album tersebut memuat foto-foto kedua orang tua saya dari mereka berpacaran, menikah, hingga saya lahir... Selain itu berisi pula foto-foto sanak saudara dan kerabat dekat keluarga kami. Setiap kali melihat album-album foto tersebut, saya dapat mengenal lebih dekat kehidupan orang tua saya di masa lalu. Bahkan salah satu foto Ayah  meneguhkan saya dalam menemukan bakat, yaitu foto Ayah  bersama tim bola basketnya. Ketika saya menemukan foto tersebut, saya semakin percaya diri dan bersemangat berlatih basket karena  merasa  mewarisi bakat Ayah.

Begitulah salah satu warisan yang saya miliki dari Ayah saya. Namun selain itu saya juga memiliki warisan yang sangat berharga dan nilainya jauh melebihi emas, perak, intan, permata, bahkan tidak terhingga. Warisan telah diturunkan turun temurun dari seorang bapak yang bernama Abraham kepada anak cucunya yang banyaknya seperti bintang di langit dan pasir di pantai. Jika teman-teman dapat menebaknya, benda itu ialah "Kitab Suci" yang merupakan warisan iman dari para penulisnya.

Kitab Suci yang begitu tebal semuanya bercerita mengenai satu hal, yaitu Perjanjian Allah dengan manusia. Dari perjanjian tersebut kita dapat mengenal bagaimana Tuhan begitu mengasihi kita umat sekaligus ciptaan-Nya. Melalui Kitab Suci yang juga merupakan "surat cinta Tuhan" kita tidak hanya dapat mengenal-Nya melalui perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, tetapi kita juga dapat ikut merasakan kehadiran Tuhan seperti yang dialami  tokoh-tokoh dalam Kitab Suci.

Pengalaman saya ketika sering membaca Kitab Suci adalah seringkali saat mengalami masalah saya sering teringat akan ayat-ayat yang menguatkan, memberi kelegaan, dan terkadang jawaban atas permasalahan yang tak terpecahkan dengan akal pikiran dan kekuatan kita sendiri. Saat itulah saya merasa mengalami Tuhan yang hadir dalam kehidupan saya.

Membaca Kitab Suci pada awalnya memang terasa berat ketika melihat tumpukan kertas yang begitu tebal dengan tulisan yang begitu kecil. Bahkan pada awalnya, seperti kebanyakan orang saya juga menjadikan Kitab Suci sebagai "obat tidur" karena terkadang begitu sulit dimengerti hingga lelah dan mengantuk. Namun waktu itu saya mempunyai tekad untuk membaca Kitab Kejadian hingga selesai - meskipun saya jadikan juga sebagai "dongeng sebelum tidur". Ternyata teman-teman, kisah dalam Kitab kejadian ceritanya tidak kalah menariknya dengan film-film box office hollywood dan petualangan tokoh-tokoh di dalamnya tidak kalah seru dengan para superheroes. Di sana saya menemukan serunya kisah Yusuf yang dibuangsaudara-saudaranya namun malah menjadi Raja di Mesir. Lalu saking serunya,  saya pun langsung lanjut membaca sequel-nya yang kedua, yaitu Kitab Keluaran di mana ada Musa yang membebaskan bangsa Israel dari penindasan di Mesir. Pokoknya semakin dibaca semakin seru, dan menarik untuk diikuti - sampai sekarang pun saya masih belum selesai membaca karena saking panjangnya.

Well, mengakhiri cerita ini, saya pun hendak membagikan warisan saya bagi teman-teman. Namun warisan ini sangat berharga dan tidak diberikan dengan cuma-cuma. Saya hanya akan memberikan petunjuknya dan kalian harus mencarinya sendiri. Petunjuknya adalah Matius 13: 44-46. Tidak terlalu sulit namun tidak terlalu mudah, hanya dibutuhkan niat dan kemauan, seperti membaca Kitab Suci. Semoga Tuhan memberkati kita semua. Amin.