Living Fearless

Kalau ditanya hidup yang fearless itu hidup yang seperti apa? Gue 2 tahun yang lalu akan dengan lantangnya menjawab, "Hidup gue fearless kalau gue nggak pernah pusing soal orang lain, gue nggak pusing soal materi... Intinya yah hidup yang simple dan selalu siap untuk tantangan dan nggak takut apapun juga. As long as I'm happy."

Teman-teman gue 2 tahun lalu selalu melihat gue sebagai seorang perempuan yang berani, perempuan tangguh. Gue selalu bilang kalau I'm living a fearless life padahal sebenarnya gue bukan living fearless tetapi gue hidup dalam kebohongan. It's all a big lie.

Pada saat itu, ketika gue mengatakan bahwa gue hidup fearless, pada saat itu juga sebenarnya gue sangat takut. Gue takut sendirian, gue takut nggak ada yang care sama gue, gue takut nggak punya cukup uang, takut nggak punya teman, takut kesepian dan masih banyak ketakutan-ketakutan dalam hidup gue.

Dalam hubungan pacaran pun begitu. Misalkan pacar gue nggak ngabarin gue seharian atau misalkan cowok ini melakukan sesuatu yang bikin gue nggak "sreg" langsung ketakutan itu timbul. Gue takut nggak ada yang care nantinya sama gue kalo gue putus dan gue menjadi begitu ketakutan dan merasa insecure sehingga ketika gue melihat "tanda-tanda" itu, gue akan dengan segera mencari cowok lain dan itu terjadi terus menerus selama 29th hidup gue.

Dalam bekerja pun, karena  begitu takutnya tidak punya cukup uang untuk memenuhi kebutuhan membuat gue bekerja nggak kenal waktu. Padahal sering ada suara dalam hati yang mengatakan supaya gue menghabiskan waktu dengan keluarga gue, bahwa kerja seperti ini tuh merusak diri, nggak baik terus menerus seperti ini... Tapi sekalipun nggak pernah gue dengerin suara itu. Gue sangat takut kekurangan uang!

Begitu juga dalam pergaulan dengan teman-teman. Ketika teman-teman  ngajak dugem, merokok, drugs dan alcohol, ada suara dalam hati gue yang berkata "jangan", tapi gue nggak peduli. Karena gue takut kalau nggak ikutan teman-teman, gue akan ditinggal oleh mereka. Gue takut dianggap nggak gaul!

Begitu pun, dulu gue merasa gue ini fearless. Cewek yang nggak kenal kata "takut". Tapi kenyataannya sangat bertolak belakang, banyak sekali ketakutan-ketakutan dalam hidup gue. Sampai akhirnya ketika gue mengalami pertobatan dan merasakan kasih Tuhan yang begitu luar biasa mengubah hidup gue.

Ketika Tuhan berkata, "You are My daughter and I love you, I'm always with you, I'll never leave you alone"  gue menyadari bahwa Tuhan selama ini selalu menemani di setiap musim hidup gue, dalam setiap langkah yang gue ambil. Tapi gue-nya aja yang menulikan diri, nggak mau mendengar suara-Nya, menjauh dari-Nya karena ketakutan-ketakukan yang membutakan.

Ketika merasakan cinta Tuhan, terjadi perubahan yang drastis dalam hidup gue. Kerinduan akan cinta Tuhan membuat gue mulai terlibat dalam pelayanan, bergabung di sebuah komunitas. Banyak hal baik terjadi dalam hidup gue, dan gue  mulai merasakan hidup fearless yang sesungguhnya. Gue nggak bilang kalau sekarang hidup gue jauh dari ketakutan.  Its not easy. Terkadang masih ada rasa takut. Tapi sekarang I know for sure bahwa gue nggak menghadapi semua masalah sendiri, ada Tuhan yang menyertai. Dan gue percaya bahwa kekuatan gue ada karena Tuhan. Banyak hal yang membuat gue sadar akan cinta dan kasih Tuhan. Tuhan pun tahu bahwa manusia pasti akan jatuh dan jatuh lagi ke dalam dosa, namun Dia secara "fearless" sudah mencintai kita dan percaya pada kita.

Jadi kalau sekarang ada yang bertanya hidup fearless itu hidup yang seperti apa? Gue  akan jawab, hidup fearless itu bukan karena kuat dan gagah gue tapi semata-mata hanya karena kemurahan kasih Tuhan. Gue percaya bahwa rancangan Tuhan indah bagi gue dan penyelenggaraan-Nya akan cukupkan hidup gue. That's my version of fearless living.