Lumba-Lumba Mencari Lautan

Alkisah di Samudera Pasifik yang luas hiduplah seekor Lumba-lumba yang suka bertanya dan selalu ingin tahu. Suatu ketika saat ia sedang berkumpul dengan teman-temannya, mereka berbicara tentang lautan. Temannya ikan paus berkata bahwa lautan adalah sesuatu yang sangat luas dan begitu besar sehingga tidak dapat diukur. Lalu ada temannya si kecil plankton mencoba memberi pendapat bahwa lautan itu tidak dapat dilihat, tapi ada di mana-mana. Kemudian kuda laut pun tak mau kalah, dan angkat bicara, katanya, "Lautan itu sesuatu yang sangat misterius dan tidak mampu dipahami." Akhirnya tinggallah si lumba-lumba dalam kebingungan dan dipenuhi dengan rasa penasaran terhadap apa itu lautan.

Maka dimulailah petualangan si lumba-lumba untuk mencari lautan. Setiap hari Ia bertanya tentang apa itu lautan kepada setiap mahluk yang ia temui, ikan, cumi-cumi, udang, kepiting, kerang, dll. (Jadi kayak menu restoran seafood ya, hehe...) Namun setiap jawaban yang Ia terima tidak bisa memuaskan rasa ingin tahunya. 

Suatu ketika si lumba-Lumba sedang berenang santai di taman terumbu karang sambil merenungkan tentang lautan. Lalu muncullah seekor penyu dari balik rumput laut. Sang penyu terhenti ketika melihat si Lumba-lumba berenang tanpa semangat dengan ekspresi ke-galau-an. Ia pun terdorong untuk bertanya kepada si lumba-lumba, "Hey lumba-Lumba, masih muda koq uda galau. Ada apa? Sini curhat sama Opa Penyu," kata sang penyu yang walaupun sudah tua namun masih gaul. Si lumba-lumba pun tersenyum mendengar gurauan tersebut dan Ia pun menatap wajah sang penyu yang memiliki banyak keriput-keriput kebijaksanaan, maka tergeraklah Ia untuk bercerita.

Si lumba-lumba pun menceritakan pencariannya tentang lautan kepada sang penyu. Mulailah ia bercerita mulai dari asal timbulnya rasa penasaran yang menghantuinya, hingga ia mempertanyakan tentang lautan kepada semua mahluk yang ditemuinya. Pada akhir cerita, si lumba-lumba, tiba-tiba sang penyu tertawa terbahak-bahak tanpa henti hingga hampir keluar dari "rumah cangkang"-nya. Maka semakin bingunglah teman kita si lumba-lumba galau ini.

Ketika sang penyu berhenti tertawa, lalu dengan wajah yang memancarkan kebijaksanaan ia berkata, "Naiklah ke permukaan, dan engkau akan menemukan lautan." Awalnya si lumba-lumba sempat kesal karena ditertawakan sang penyu. Namun akhirnya si lumba-lumba mengikuti perkataan sang penyu karena ia sudah putus asa menemukan lautan. Lalu Lumba-lumba pun berenang dengan semangat hingga ketika sampai ia pun melompat ke permukaan laut. Ketika  melihat hamparan permukaan air laut, ia pun akhirnya menyadari bahwa ternyata selama ini dia hidup begitu dekat, bahkan di dalam, “sesuatu” yang dia cari-cari.

Akhirnya si lumba-lumba dan sang penyu pun tertawa selama-lamanya. (Ups salah... Maksudnya adalah and they live happily everafter...)

Teman-teman marilah mengambil waktu sejenak untuk "naik ke permukaan" dan menemukan "lautan rahmat dan berkat" yang telah Tuhan berikan dalam hidup kita. Sehingga dengan menyadari penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita, maka sudah layak dan sepantasnya untuk selalu bersyukur kepada Tuhan dalam segala hal.

"Let us thank God for his priceless gift!. Rejoice evermore. Pray without ceasing. In everything give thanks: for this is the will of God." — Saint Paul of Tarsus