ME... ME... And ME

Beberapa malam yang lalu, kamar saya kemasukan seekor binatang gara-gara pintunya saya buka. Kamar saya memang menghadap ke halaman, sehingga sangat memungkinkan untuk seekor binatang masuk ke kamar kalau pintu dibuka. Biasanya jarang ada binatang yang masuk, kalaupun ada cuma semut atau nyamuk.  Cuma malam itu agak special... tiba-tiba seekor tawon besar berwarna hitam masuk dengan sukses ke kamar saya dan berputar-putar di atas atap kamar, berputar disekitar lampu sembari mengeluarkan bunyi yang sangat menganggu.

Tentu saja saya panik luar biasa. Mau berusaha mengusir takut disengat, tapi kalau tidak diusir kok saya tidak tenang. Dalam hati saya cuma berfikir masa malam ini saya tidur sama tawon di atas kepala saya, iya kalo tawonnya baik-baik saja, kalo tiba-tiba saya disengat kan nggak lucu. Dari situ muncul rasa was-was yang kemudian menjadi rasa ngeri dan takut membayangkan berbagai hal yang mungkin terjadi kalau itu tawon masih ada di kamar saya. Saya langsung berusaha berfikir keras apa yang harus saya lakukan, usir pakai sapu, semprot baygon, andai itu tawon mengejar saya bagaimana? Kalau saya berdoa apa tawonnya bakal keluar? Dan masih banyak hal yang ada di otak saya.

Teman-teman setiap dari kita pasti punya ketakutan. Takut terhadap sesuatu seperti cicak, kecoa, ondel-ondel, orang gila, ketinggian, tempat gelap, dan bahkan buat saya ketika ada seekor tawon yang masuk kekamar saya saja, saya sudah takut dan panik luar biasa. Kita juga sering takut terhadap apa yang akan terjadi di dalam hidup kita, apa yang sudah kita jalani dan tidak sesuai dengan harapan kita, bagaimana masa depan kita, bagaimana kalo ulangan saya nggak bisa buat, kalau saya nggak dapat pacar gimana, dan masih banyak hal yang kita takuti yang berfokus pada me…me..and me...

Saya termasuk orang yang terlalu mengandalkan diri sendiri dan tidak sabar kalo harus menunggu sesuatu yang tidak jelas, sehingga seringkali rasa takut, stres sudah menghampiri saya duluan. Contoh saja pernah suatu hari saya ditunjuk menjadi koordinator sebuah acara camping retret remaja. Di awal kegiatan ini tercetus saya sangat bersemangat mencoba melakukan ini dan itu, namun ketika sudah berjalan beberapa bulan ternyata hasilnya tidak sesuai seperti yang saya harapkan. Saya mulai panik dan mulai bête karena merasa apa yang sudah dikerjakan kenapa tidak ada yang sesuai dengan harapan.

Dari jumlah peserta yang stuck di angka yang tidak mencapai target, dana yang belom terkumpul juga, susunan panitia yang sepertinya tidak bisa bekerja maksimal, dan masih banyak hal yang tidak beres sehingga sayapun mulai was-was, panik, stres dan merasa saya bukan orang yang sesuai. Saya mulai lupa bahwa saya punya Tuhan yang besar, saya mulai fokus pada diri saya, me..me.. and me.

Saya begitu sibuk untuk mengurus yang saya mau lakukan dan lupa untuk datang dan menyerahkan semua yang sudah saya buat kepada Tuhan. Singkat cerita dari rasa semangat yang luar biasa, mulai was-was, panik, stress dan berakhir dengan pasrah karena saya sudah tidak tahu lagi saya harus ngapain. Di titik itu saya datang ke Tuhan dan cuma bilang, “Tuhan, terserah deh...”

Dari situ saya mulai merasakan damai, mulai merasakan saya pasti bisa karena punya Tuhan dan dari situ juga saya merasa diingatkan bahwa Tuhan tidak akan memberi yang kita tidak bisa lakukan, semuanya pasti pas dengan porsinya masing-masing. Ajaibnya dalam waktu 1 minggu sebelum hari H, semua yang saya takuti terpenuhi, bahkan berlimpah dan berbuah.

Banyak hal dalam hidup ini yang selalu membuat kita khawatir, tidak tenang, panik, stres. Kita suka lupa kalo kita punya Tuhan yang besar, Tuhan yang bisa memampukan kita, Tuhan yang mendampingi dan selalu ada didalam semua rencana kita, jangankan mengusir tawon, cicak, kecoa atau membereskan sebuah acara, Tuhan kita bisa berbuat yang jauh lebih besar karena DIA BISA. Cuma seringkali yang menjadi masalah adalah diri kita sendiri, apakah kita sudah bisa percaya, sabar, berpasrah padanya dan mengikut sertakan Dia dalam semua rencana kita?

Ini yang seringkali jadi masalah karena kita terlalu mengandalkan diri sendiri. Tuhan kita adalah Tuhan luar biasa, meskipun seringkali mepet dan bikin kita stres duluan, tapi Tuhan kita adalah Tuhan yang on time dan tidak akan memberi sesuatu yang kita tidak bisa lakukan.

So... teman-teman, kita bawa semua ketakutan kita pada Tuhan. Berani dan percayalah bahwa kita punya Tuhan yang besar. Kita cukup datang dan serahkan kepada Dia. Seperti ada tertulis di Injil Lukas 11:9 “Mintalah maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Be Fearless.